Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Cacatuidae
Genus: Probosciger
Spesies: Probosciger
aterrimus
Kakatua Raja atau Probosciger aterrimus merupakan jenis
burung yang ukuran fisiknya terbesar diantara kerabat Kakatua dimana panjang
tubuh sekitar 60 cm. Tak mengherankan jika burung ini disebut sebagai Kakatua
Raja. Ciri khas lainnya adalah warna tubuhnya yang berwarna hitam keabu-abuan mulai
dari bulu sayap, punggung, tungging, leher bagian depan, dada, perut, penutup
ekor bagian bawah, ekor, paruh, dan kaki sehingga burung ini sering disebut
pula sebagai Kakatua Hitam. Burung ini memiliki kulit pipi berwarna merah dan
paruh besar berwarna kehitaman. Paruh burung ini tak tertutup rapat dikarenakan
ukuran bagian atas dan bawah yang berbeda. Di kepalanya terdapat jambul besar
yang dapat ditegakkan. Untuk bagian sayap dan ekor membundar
Kakatua jantan dan
betina memiliki kenampakan yang hampir sama. Namun ada cara untuk membedakan antara
jantan dan betina yaitu dari berat, ukuran tubuh dan paruh. Biasanya berat
burung betina berukuran lebih kecil dengan berat sekitar 500-900 gram,
sedangkan pejantan antara 540-1100 gram. Begitu pula dengan ukuran paruh.
Burung betina memilki ukuran paruh yang lebih kecil.
Untuk perilaku
terbangnya lurus dan mendatar dengan beberapa kepakan perlahan, kemudian
melayang pendek. Kadang terbang sendiri, berpasangan, dan dalam kelompok yang
terdiri dari lima atau enam ekor.
Pakan Kakatua Raja
adalah biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan tunas daun. Paruh yang tak
tertutup rapat berguna untuk menahan dan membuka biji-bijian pada saat
dikonsumsi.
Habitat
dan Sebaran di Indonesia
Jenis burung ini
menghuni kawasan hutan hujan tropis. Mereka tinggal di pohon-pohon besar dan
tinggi untuk bersarang dan berkembang biak.
Daerah sebaran di
Indonesia adalah di Indonesia bagian timur mulai dari kepulauan Aru, pulau
Misool, Pulau Yapean, Pulau Sariba, pulau Misima, Irian Barat sampai Papua dari
ketinggian permukaan laut sampai 750 m (jarang mencapai 1300 m).
Kemampuan
Reproduksi
Kakatua Raja
berkembang biak sekitar bulan Agustus samapi Januari. Selama musim kawin,
burung jantan dan betina berdekatan satu sama lain dengan sayap yang dibuka
lebar. Sebelum melakukan perkawinan, jantan akan membuat siulan yang keras dan
menunduk-nundukkan kepalanya berkali-kali hingga kulit wajahnya berubah menjadi
sangat merah. Kaktua raja termasuk hewan monogami sehingga setia tehadap
pasangan dan tinggal bersama pasangannya seumur hidupnya. Sarang disusun di
dalam lubang pohon, biasanya pada batang yang sudah mati.
Burung ini hanya
bertelur satu telur per sarang. Telur berwarna putih dan diengrami oleh kedua
induk secara bergantian selama 30-33 hari. Setelah enam puluh hari pasca menetas,
anak burung meninggalkan sarang.
Status Keterancaman
Status keterancaman dari spesies ini:
·
IUCN Red List dikategorikan (Least Concern) beresiko rendah, karena burung ini masih sering
ditemukan di habitat aslinya meskipun terancam oleh hilangnya habitat hutan dan
penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan.
·
CITIES (Convention on International Trade
in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Appendix I dimana merupakan
daftar dan melindungi spesies tumbuhan dan satwa liar yang terancam dari segala
bentuk perdagangan internasional secara komersial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar