Senin, 02 April 2012

Bali on Vacation


resto tebing keren di suluban
Jenuh dengan padatnya aktivitas kuliah, aku memutuskan untuk kembali menginjakan kaki ke pulau Bali, tentunya dengan cara yang berbeda dari liburan2 sebelumnya. Backpackeran ke bali sepertinya akan memberi warna tersendiri selama liburan semester ini. Rencana liburan ke pulau dewata pada 14 januari kala itu sangatlah mendadak karena dari mulai nyusun itinerary, persiapan,  sampai hari keberangkatan benar-benar sangat singkat. Alhasil hanya ada aku dan temanku Bening saja. Berbekal nasi bungkus, roti tawar dan air mineral kitapun berangkat pukul 08.00 naik kereta Sritanjung dari stasiun Jebres Solo dan tiba di stasiun Banyuwangi Baru pukul 22.00 wib. Turun dari kereta target pertamaku adalah toilet, soalnya 14 jam sudah aku menahan agar sebisa mungkin gag buang air kecil di dalam  kereta. Toilet yang disediakan dari pihak stasiun sendiri lumayan bersih. Setelah cuci muka dan sholat isya, dengan semangat yang membara kita berjalan menuju pelabuhan Ketapang yang jaraknya cukup hanya  dengan 5 menit saja, kita sudah sampai di sana. Waktu itu sih kondisinya gag terlalu rame dari para pelancong, jadi agak ngeri juga jam 11 malem mesti jalan kaki  berdua. Setelah tiket fery sudah di tangan, kami langsung bergegas menuju kapal. Gag perlu waktu lama buat nunggu kapal nyebrang, jam 01.00 wita kita tiba di Gilimanuk! Jangan  lupa bawalah kartu identitas karena ada pengecekan di pintu keluar pelabuhan.

Berlanjut dengan nyari bus di pintu keluar pelabuhan, dengan tujuan terminal ubung Denpasar. Sialnya, kita naik bus yang memang sejak dari Ketapang sudah penuh terisi penumpang. Alhasil jadilah kita duduk di dingklik (semacam kursi pendek terbuat dari kayu) yang ditaruh di tengah jalan, di antara kursi-kursi penumpang. Huwahhh pengap banget! Udah baunya jangan ditanya, beeuhh.. campur aduk dari mulai keringetlah, bau sikil, ada yang bawa ayam segala benar-benar sukses bikin badan panas dingin, pusing, mual, ditambah supirnya ngebut padahal kondisi jalan penuh tikungan.
Jam 4 pagi akhirnya kita tiba di ubung. Setelah sholat di mushola dekat terminal, kita langsung nyari angkot tujuan Kuta. Saat itu dengan 50 rb angkot siap mengantar ke Kuta, tentu saja sebelumnya terjadi  tawar menawar harga. Tujuan kita adalah Monumen Bom Bali. Puas foto-foto sebentar, langsung  masuk ke popies 2 yang letaknya berseberangan dengan Monumen bom buat nyari penginapan. Finally kita dapet losmen Arthawan yang katanya sih terkenal murah.  
ini lho losmen arthawan
Beruntung banget kamar di losmen itu masih ada yang kosong, Tarifnya 90.000 permalam untuk 2 orang + breakfast mirip banget sama hasil browsingan kemarin. Kondisi kamarnya sendiri memang gag terlalu luas, dengan fasilitas kamar mandi dalam, bed, almari, tempat menjemur baju yang ada di balkon. Tapi sayang kamar yang kita sewa, balkonnya gabung dengan kamar sebelah. Jadi agak canggung juga dengan penghuni sebelah.
Sasaran kami selanjutnya yaitu rental motor. Tapi berhubung kecapekan, kita mau istirahat dulu sekalian bersih-bersih badan. barulah jam 09.00 kita siap buat jalan-jalan. Beruntungnya kita, di Arthawan juga ada rental motor jadi gag perlu pusing-pusing, langsung aja DK 2852 BE kami sewa dengan tarif 40rb perhari. Here we go...
Hari pertama
1. Nusa Dua

Muter-muter di kawasan hotel Nusa Dua cukup menguras tenaga. Sampai  akhirnya kita berhenti di pantai. Di sini kami disajikan pemandangan pasir putih yang terbentang dibatasi oleh air dengan riak kecil . Sengatan matahari yang cukup terik sukses membuat kulitku matang kecoklatan.
2. Water blow

Area ini masih disekitar kawasan Nusa Dua, sebelum tiba di Water Blow kita berjalan kaki di sepanjang padang rumput yang hijau. Menurut pengamatanku tempat ini semacam pemecah ombak karena banyak karang-karang yang memenuhi bibir pantai. Setelah muter-muter nusa dua kita makan di warung surabaya, pesan soto ayam seharga 8rb rupiah.
3. Pantai Padang-Padang

Termasuk pantai yang letaknya satu deret dengan Uluwatu. Di sini pemandangannya cukup menarik karena terletak di bawah tebing. Untuk menuju pantai kita harus turun ke bawah melewati lorong mirip dinding gua. Saat itu, pantai dipenuhi wisatawan asing yang lagi berenang ataupun yang cuma sekedar berjemur.
4. Pantai Suluban

Dari pantai-pantai yang aku kunjungi, Suluban satu-satunya pantai yang bikin aku betah berlama-lama di sana. Pemandangan yang disajikan SUBHANALLAH !!! terletak gag jauh dari padang-padang. Lokasiya juga berada di bawah tebing namun bedanya kalo di padang-padang kita bisa bisa main-main di pasir putihnya, beda di suluban yang bibir pantainya aja gag keliatan. Berkeliling di sini harus melewati tangga- tangga naik turun yang cukup memacu adrenalin karena di bawah tangga langsung berbatasan air laut ditambah dengan suara ombak yang menghantam dinding tebing gua.
Hari kedua
5. Pantai Balangan

Butuh waktu 1 jam lebih untuk sampai di pantai ini dengan jalan yang relative sepi. Di pantai ini, kita ditarik 3rb rupiah untuk parkir. Pantainya sih biasa. Tapi waktu itu mungkin karena masih pagi jadi situasinya sepi, hanya ada kita berdua jadi terkesan kaya private pantai gitu. Pantai ini juga memberikan nuansa tersendiri, kita di keroyok 4 anjing saat lagi asik2nya menelusuri pantai. Tragis ! Untungnya ada warga sekitar yang menolong.
Tujuan selanjutnya mengisi perut. Karena emang kita sebisa mungkin harus irit jadi kita nyari warung makan yang emang terlihat bersahabat dengan kantong. Makan di warung Solo, dengan menu pecel lele+nasi+lalapan+es teh cukup 10rb saja.
6. Pantai Karmakandara atau de mare

Pantai ini memang agak sulit di temukan karena di jalan raya utama tidak ada petunjuk jalan yang mengarah ke pantai ini. Dengan berbekal hasil browsingan semalam, akhirnya kita berhasil sampai di private beach ini. Keadaannya sama persis seperti pada blog yang pernah saya baca. Ada dua cara untuk menuju bawah pantai. Cara pertama kita harus mengeluarkan budget 250rb untuk sampai di pantai via lift plus kupon makan di restorannya. Cara kedua merupakan alternatif yang jelas aku pilih, kita gag perlu repot2 mengeluarkan uang 250 rb tapi konsekuensinya kita harus berjalan kaki menuruni tangga untuk sampai di pantai. Tentu saja sangat menguras tenaga. 
tangga menuju bibir karmakandara
Naasnya kurang lebih 10 tangga menuju bibir pantai, ternyata ada koloni kera yang sedang berkeliaran di bawah sana. Trauma dengan kejadian tadi pagi kita dengan sangat berat hati mengurungkan niat untuk merasakan lembutnya pasir pantai di sana T.T.
Sore hari pukul 18.00 wita kita naik motor keliling kuta. Makan di nasi pedas bu andhika, cukup pusing ternyata nyari tempat yang satu ini. Sebenarnya sih lokasinya sangat mudah untuk ditemukan karena berada di depan Joger. Tapi berhubung kita belum ngeh dengan jalan di kuta, butuh 1 jam buat kita nyampe sana yang isinya Cuma muter-muter gag jelas. Waktu itu sih aku habis 16.000 makan nasi pake sate ayam, sate sapi, ayam goreng, sambal pedes ma air mineral. Gag kenyang sebenarnya cz di sini kita gag ambil makanan sendiri jadi gag sesuai porsi.

Hari ketiga
Satu-satunya hari dimana kita sama sekali gag bersentuhan dengan yang namanya beach !  Oh thank GOD....
Yup! Bedugul dengan minimnya petunjuk jalan sampai sampai kita rela muter2 gag jelas sampai ke seminyak segala. Butuh kurang lebih satu jam perjalanan menuju sukowati untuk sekedar beli oleh2 baju barong sebelum kita meluncur ke tegalalang bedugul. well setelah kita mampir di sukowati yang rencana selanjutnya mau ngunjungin tegalalang, malah kita nyasar ke tempat yang sampai sekarangpun i don’t know what is that.  Yang jelas di sepanjang jalan ini banyak banget anjing yang dengan nyamannya tidur di aspalan. Coba aku meleng dikit bakal ketrabak tuh anjing.
unknown place
Sempet ketilang polisi sana gara-gara ngelanggar forbidden. Di sini kita gag mau cari masalah, jadi selama proses interogasi dan investigasi kita cuma bisa ngomong maaf-maaf dan terimakasih agar kami gag ditilang.
Lolos dari jeratan hukum... berbekal dari petunjuk yang di sampaiakan oleh Bapak polisi lalu lintas tadi kita sampai juga di Tegalalang. Sayangnya hijaunya undak-undakan sawah gag terlalu se amazing yang ada di gambar2 soalnya saat itu pas banget sawahnya belum ditanami padi. Tapi gag apa-apa itung-itung udah pernah kesini.

tegalalang
Untuk malam terakhir kita di Bali, kita nyoba memanjakan perut kita di resto ayam plengkung. 1 porsi ayam plus nasi plus teh hangat di bandrol harga 36.000 rb. Letaknya sederetan sama joger bali.
Hari keempat
Jam 08.00 setelah sarapan, kita prepare buat come back to Solo. Sempet bingung juga mau gimana caranya nyampe ke ubung cz kalo naik taksi kita mesti ngeluarin budget lebih banyak selain itu feel backpackernya kurang dapet. Karena dari awal kita sepakat mau  liburan dengan budget seminimal mungkin, mau gag mau kiat rela jalan kaki dari popies 2 ke jalan raya kuta yang jaraknya lumayan. But it’s ok, akhirnya kita nemuin angkot yang cuma dengan 16.000 kita udah sampai ubung. Belum turun dari angkot, angkot kita langsung di kerubuti para calo yang nawarin jasa bus menuju gilimanuk. Kaget, sebel campur ngeri karena mereka ngomong terus padahal kita udah nolak secara baik-baik. Cukup lama kita stay di ubung dari jam 10.00 wita sampe jam 23.00 wita. Alih-alih mau menghindari bermalam di stasiun banyuwangi selama 12 jam berlalu di warung bu yang aku lupa namanya yang jelas dia udah baik mau menampung kita di sana. Tentunya kita juga secara sadar harus makan siang plus makan malam di sana. Jam 23.30 kita bertolak menuju ketapang dengan biaya 50rb. Akhirnya pukul 04.00 wib kita sampai di Banyuwangi di sana  kereta Sri tanjung yang akan berangkat pukul 06.00 sudah menunggu.
Tiket kereta sri tanjung pp      : Rp 70.000
Tiket kapal ferry                      : Rp 6000
Bus gilimanuk-ubung              : Rp 30.000
Angkot ubung-kuta                 : Rp 50.000 @ Rp 25.000
Penginapan 3 malam               : Rp 270.000 @ Rp 180.000
Sewa motor 4 hari                   : Rp 160.000 @ Rp 80.000
Bensin                                     : @ Rp 20.000
Makan slm 6 hari perjlnan      : @ Rp 100.000
Angkot kuta-ubung                 : Rp 16.000
Bus ubung-ketapang               : Rp 50.000
Total pengeluaran                    : Rp 577.000
Selamat berlibur.....

2 komentar:

  1. ngeri reek.. dahsyat, klo aku kebali nginep di rumah tanteku aja hihi :p. wonderfull experience hanni :D

    BalasHapus
  2. bentar lagi petualangan ke bogor ken :D

    BalasHapus