![]() |
| resto tebing keren di suluban |
Jenuh
dengan padatnya aktivitas kuliah, aku memutuskan untuk kembali menginjakan kaki
ke pulau Bali, tentunya dengan cara yang berbeda dari liburan2 sebelumnya.
Backpackeran ke bali sepertinya akan memberi warna tersendiri selama liburan
semester ini. Rencana liburan ke pulau dewata pada 14 januari kala itu
sangatlah mendadak karena dari mulai nyusun itinerary, persiapan, sampai hari keberangkatan benar-benar sangat singkat.
Alhasil hanya ada aku dan temanku Bening saja. Berbekal nasi bungkus, roti
tawar dan air mineral kitapun berangkat pukul 08.00 naik kereta Sritanjung dari
stasiun Jebres Solo dan tiba di stasiun Banyuwangi Baru pukul 22.00 wib. Turun
dari kereta target pertamaku adalah toilet, soalnya 14 jam sudah aku menahan
agar sebisa mungkin gag buang air kecil di dalam kereta. Toilet yang disediakan dari pihak
stasiun sendiri lumayan bersih. Setelah cuci muka dan sholat isya, dengan
semangat yang membara kita berjalan menuju pelabuhan Ketapang yang jaraknya
cukup hanya dengan 5 menit saja, kita sudah
sampai di sana. Waktu itu sih kondisinya gag terlalu rame dari para pelancong,
jadi agak ngeri juga jam 11 malem mesti jalan kaki berdua. Setelah tiket fery sudah di tangan,
kami langsung bergegas menuju kapal. Gag perlu waktu lama buat nunggu kapal nyebrang,
jam 01.00 wita kita tiba di Gilimanuk! Jangan lupa bawalah kartu identitas karena ada pengecekan
di pintu keluar pelabuhan.
